DISCLAIMER


Hati-hatilah di dalam investasi/trading di pasar modal karena ada risiko kerugian. Luangkan waktu anda untuk mempersiapkan investment plan/trading plan yang baik sehingga anda siap untuk menanggung keuntungan maupun kerugian. Kerugian atas investasi/trading menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik modal.

Selasa, 19 Mei 2009

Is this a really wave 5 ?



Apa wave 4 koreksi sudah selesai ? bisa ia. bisa juga tidak..
semoga saja IHSG mampu menembus level tertinggi kemarin di 1892.. tentu saja tidak hari ini.. tapi besok2.. minimal ihsg hari ini mampu menembus 2 red shadow candle kmaren di sekitar 1823.. tetap perhatikan volume transaksi juga..

Kira2 klo bener wave 5, sampai berapa ihsg bisa menguat ? silakan hitung sendiri.. cara perhitungan sudah di upload di gambar di atas..

Jumat, 15 Mei 2009

Probability Chart IHSG



DISCLAIMER ON

Semoga chartnya bisa bermanfaat

Minggu, 10 Mei 2009

Mimpi 4 tahun kedepan


Pernahkah anda bermimpi akan sesuatu yang akan terjadi di masa depan ? jawabannya pasti pernah... Pernahkah anda berada dalam situasi dimana anda seakan pernah mengalami kejadian saat ini sebelumnya pernah terjadi dalam mimpi.. ? hal ini lebih di kenal dengan istilah DEJAVU.. mungkin ada yang sudah pernah, dan ada yg belum pernah..
Kali ini akan saya coba bahas mimpi kita mengenai IHSG kita 4 tahun ke depan..
IHSG kita tertinggi ada di 2838 di januari 2008.. apakah ini akan menjadi angka tertinggi dalam 4 tahun ke depan ? saya rasa tidak.. IHSG akan membuat new highnya lagi..Siklus BULLISH biasanya berlangsung 3-4 tahun.. dalam mimpi, ihsg akan new high di tahun 2011, dan akan berada pada puncaknya di sekitar pertengahan tahun 2012.. IHSG dalam mimpi di perkirakan akan berada pada level 3900-4000 sebelum mengalami koreksi yg cukup dalam lagi..
Berapa harga saham2 pilihan dalam mimpi ? sungguh fantastis bila kita adjust indeks di level 3900 pada saham2 pilihan... berikut harapan dan mimpi saya di 4 tahun ke depan.. PTBA 24rb..ASII 45rb.. BUMI 14000. ANTM 9RB.. AALI 55rb.. INCO 16rb..

Moga2 Ini tidak hanya menjadi mimpi saja.. tetapi menjadi kenyataan di masa depan..
MIMPI itu tidak di larang... yg di larang itu terbuai dalam mimpi..

Bangun....Bangun.... udah pagi.. kerja oi... ha3..

Senin, 05 Januari 2009

Optimisme di Tahun 2009 ( Tahun Kerbau Api)

Selamat Tahun Baru 2009..
Tahun 2008 yg kelam sudah berakhir ihsg sudah jatuh tersungkur dalam..
Tahun ini kita memasuki tahun 2009 tahun kerbau api... Kerbau itu bisa disamakan dengan banteng, yg melambangkan lambang dari bullish.. Tahun 2009 akan menjadi tahun mengawali Minor bullish dimana ihsg akan perlahan2 merangkak naik.. Semoga tahun ini kondisi keamanan di indonesia menjelang dan pada saat pemilu aman2 saja dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan..

Beberapa waktu lalu kita di kejutkan oleh beberapa ramalan seorang Mama Laurent.. di katakan bahwa pemilu akan di undur .. tapi di kesempatan yg lain dia melihat yg menjadi presiden adalah Seorang pria tinggi, besar, dan berpengalaman.. mungkin kita sudah tau siapa dia.. Seorang peramal tetaplah seorang peramal, Seorang Analis tetaplah seorang analis, tidak semua ramalannya, atau analisisnya selalu tepat.. jangan terpaku pada seorang peramal dan analisisnya. Seorang Analis di harapkan mencantumkan DISCLAIMER ON.. begitu juga seharusnya seorang peramal.. ada baiknya mencantumkan DISCLAIMER ON

Tahun ini Kita harus tetap optimis.. the worst has been over... lets start make a money again.. Ombak2 kecil pasti ada di tahun ini, persiapkan kemampuan anda dengan baik, perbaiki kesalahan anda di tahun lalu..

Ciptakan profit sebesar2nya..
Minimalisasi kerugian..
Bermainlah dengan timing..
Kesempatan tidak datang setiap hari, tapi begitu datang kesempatan besar jgn sampai terlewati..

Bullish tidak datang 1 tahun saja.. bullish bisa di katakan datang dari dasar kedalaman merangkak naik ke posisi tingginya atau posisi tertingginya, bisa memakan waktu beberapa tahun..
Prediksi saya IHSG akhir tahun 2009 berada di sekitar 1800-1850 ( Disclaimer On) Namanya juga prediksi harus di cantumkan disclaimer on.. he3

akhir kata saya ucapkan GOOD LUCK di tahun 2009... Bursa tidak buka hari ini dan besok saja.. yang penting melindungi modal anda supaya anda tetap bisa merasakan BULL di tahun2 mendatang..

Jumat, 05 Desember 2008

Tahapan2 dalam Menjadi Trader yg SUKSES

INI ADALAH TAHAPAN/TINGKATAN SEORANG TRADER UNTUK MENJADI SUKSES BERMAEN DI FOREX N SAHAM
DAN SETELAH ANDA BACA TAHAPAN INI MOHON DI SIKAPI DGN BIJAK DAN TIDAK EMOSIONAL.

Level 1 Unconscious Incompetence

Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.

Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting toh kamu bisa profit.

Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan??.

Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).

Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.

90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2 Conscious Incompetence

Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.

Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.

Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.

Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanya an bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.

Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.

Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.


Level 3 The EUREKA Moment

Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4 Conscious Competence

Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5 Unconscious Competence

Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau (yang ada koneksi internet dan jalur telpon tentunya )dan trading disana , kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata ” SAYA SEORANG TRADER”.

Kamis, 13 November 2008

Menanti Gebrakan Baru BUMI

Semakin hari harga saham BUMI semakin murah.. saat ini di posting harga BUMI berada di 1180 pada posisi offer sekitar 880rb lot.. Dan pada PASAR NG BUMI di OFFER di 1070 4000lot..

Ketika Saham BUMI semakin turun setiap AR KIRI, jumlah saham yg di OFFER semakin sedikit.. Tampaknya BUMI segera akan mencapai keseimbangan baru ketika OFFERnya semakin kecil.. Semua mata sedang menunggu gerakan di BUMI...

Pasang Mata Anda bersiaplah apabila ada tarikan di BUMI.. dan ketika sudah jadi BID jgn takut untuk berspekulasi.. RISK akan lebih kecil dari RETURN bila tiba saatnya..

DI CARI... MARKET MOVER BUMI...
Syarat : 1. Punya duit banyak..bisa mendrive market
2. Pengalaman +/- 3 tahun..
3. Diutamakan mempunyai jaringan yg luas.. memiliki broker.
4. Diutamakan sekuritas asing yg berpengalaman..

hahaha.... sudah saatnya BUMI di gerakan bandar.. biar kita yg ritel2 bisa main lagi..

Jumat, 24 Oktober 2008

Runtuhnya Wall Street 1929

Runtuhnya Wall Street 1929
Kepanikan melanda Wall Street.
Runtuhnya Wall Street 1929, juga dikenal dengan sebutan Keruntuhan ’29,
adalah peristiwa jatuhnya bursa saham di Amerika Serikat, yang menandai
dimulainya sebuah era yang disebut Depresi Besar. Keruntuhan ini merupakan
salah satu peristiwa kehancuran bursa yang paling besar dalam
sejarah Amerika.
Peristiwa kehancuran bursa tersebut juga dikenal dalam beberapa tahapan yang
dikenal dengan julukan Black Thursday (Kamis Hitam) yang merupakan awal
terjadinya keruntuhan pada bursa dan Black Tuesday (Selasa Hitam) yaitu saat
kehancuran terjadi yang membuat panik hingga lima hari setelahnya.
Walaupun para ahli ekonomi dan para ahli sejarah tidak sependapat atas peran
kehancuran bursa ini terhadap kejatuhan ekonomi yang terjadi sesudahnya,
beberapa menganggap kehancuran ini sebagai awal dari terjadinya Great
Depression. Akan tetapi kebanyakan ahli sejarah menyetujui pendapat bahwa
kehancuran bursa tersebut adalah hanya merupakan "gejala" daripada
merupakan "penyebab" Great Depression. Kehancuran bursa saat itu juga
meruopakan titik awal dari reformasi penting dari peraturan-peraturan hukum di
bidang finansial dan perdagangan.
Pada saat terjadinya kehancuran tersebut, kota New York sedang bertumbuh
menjadi ibukota finansial yang utama dan metropolis. New York Stock
Exchange (NYSE) ketika itu merupakan bursa efek yang terbesar di dunia.
"Kegembiraan luar biasa dan keuntungan besar dari pasar yang bergairah
(bullish) berakhir seketika pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 1929 yang
dikenal dengan Black Thursday, sewaktu hargaharga
saham di NYSE berjatuhan semuanya pada hari itu dan berlangsung terus
selama sebulan mencapai nilai terendah yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Terjadi kepanikan dimana semua orang menjual saham yang dimilikinya. Setelah
keruntuhan tersebut, Dow Jones Industrial Average (DJIA) pulih lebih awal pada
tahun 1930, lalu jatuh kembali mencapai titik terendah pada tahun 1932. Hingga
akhir tahun 1954, pasar bursa tidak pernah kembali seperti pada saat sebelum
tahun 1929 dan bahkan lebih rendah dari 8 July, 1932 .
“Siapapun yang membeli saham pada pertengahan tahun 1929 dan
menyimpannya maka ia akan melewati masa tuanya tanpa pernah melihat
harga sahamnya kembali pada harga sewaktu saham tersebut
dibelinya.”
Perjalanan waktu
Suasana lantai bursa New York Stock Exchange sesaat setelah terjadinya kehancuran pada tahun 1929.
Setelah periode 5 tahun yang mengagumkan dimana indeks Dow Jones
Industrial Average (DJIA) mencapai puncaknya di angka 381.17 pada tanggal 3
September1929, pasar kemudian menukik turun dengan cepat selama sebulan
hingga turun sebesar 17%. Lalu kemudian pasar pulih kembali minggu
berikutnya meskipun tidak mencapai 50% dari penurunan yang terjadi pada
minggu sebelumnya. Sayang, pulihnya pasar hanya berlangsung sekejap saja,
dan setelah itu kembali menukik turun dengan tajamnya pada hari Kamis
tanggal 24 Oktober 1929 (sehingga disebut "Black Thursday" atau "Kamis
Hitam"). Kurang lebih tiga belas juta saham ditransaksikan pada hari itu, dan
menjadi rekor transaksi di AS.
Pada hari Jum'at tanggal 25 Oktober jam 13.00, beberapa pimpinan bank
terkemuka di Wall Street mengadakan pertemuan guna mencari jalan keluar
untuk mengatasi kepanikan pada lantai perdagangan di bursa NYSE. Hadir
dalam pertemuan tersebut Thomas W. Lamont, wakil pimpinan Morgan
Bank; Albert Wiggin, pimpinan Chase Manhattan Bank; dan Charles E. Mitchell,
presiden dari Citibank. Mereka kemudian menunjuk Richard Whitney, wakil
presiden dari bursa untuk mewakili mereka. Dengan adanya dukungan penuh
dari perbankan terkemuka di Wall Street, Whitney menempatkan penawaran
(bid) atas saham U.S. Steel dalam jumlah lot yang besar sekali pada harga
diatas harga pasar. Sewaktu para pialang terpesona oleh tindakan Whitney ini, ia
pun kembali melakukan penawaran yang serupa pada saham-saham unggulan (
saham bluechip) . Taktik ini serupa dengan taktik yang digunakan guna
mengakhiri kepanikan pada 1907, dan berhasil meredam penurunan harga lebih
dalam lagi pada hari itu. Namun itu semua ternyata hanya berlangsung
sementara saja.
Sepanjang akhir pekan, kejadian tersebut didramatisasi oleh surat
kabar keseluruh Amerika. Pada hari Senin tanggal 28 Oktober kian banyak
investor yang memutuskan untuk keluar dari bursa dengan menjual kepemilikan
sahamnya dan kejatuhan harga makin menjadi-jadi hingga mencapai penurunan
sebesar 13% pada indeks Dow pada hari itu. Keesokan harinya pada tanggal 29
Oktober 1929 terjadilah apa yang dinamakan "Black Tuesday" (Selasa Hitam)
dimana terjadi transaksi 16,4 juta saham, suatu angka yang memecahkan rekor
yang dibuat 5 hari sebelumnya dan ini tidak pernah terjadi lagi hingga
tahun 1969.
Richard Salsman menulis bahwa pada tanggal 29 Oktober tersebut beredar
suatu desas-desus bahwa presiden Herbert Hoover tidak akan melakukan veto
atas Smoot-Hawley Tariff dan ini membuat harga saham makin jatuh lebih dalam
lagi "William C. Durant bersama-sama anggota keluarga Rockefeller dan raksasa
industri finansial lainnya melakukan pembelian sejumlah besar saham guna
menunjukkan kepada publik kepercayaan mereka atas pasar , namun upaya
mereka gagal menghentikan jatuhnya harga pasar. DJIA mengalami penurunan
sebesar 12% lagi pada hari itu. Alat pencatat transaksi tidak berhenti bekerja
hingga pukul 19.45 hari itu. Pasar mengalami kerugian sebesar 14 milyar
USD pada hari itu, sehingga total kerugian pada minggu itu telah mencapai nilai
30 milyar USD, 10 kali lipat dari anggaran belanja tahunan pemerintah federal
Amerika Serikat, dan lebih besar dari seluruh biaya yang dikeluarkan oleh
Amerika guna membiayai Perang Dunia II.
Angka terendah sementara dicapai pada tanggal 21 November, dengan angka
penutupan Dow pada angka 198.6. Pasar mengalami pemulihan sementara
untuk beberapa bulan pada angka tersebut dengan dicapainya kenaikan pada
Dow hingga mencapai puncaknya pada angka 294.0 di bulan April 1930. Pasar
mulai bangkit kembali pada bulan April 1931 namun tidak sampai akhir tahun
1932 dimana indeks Dow ditutup pada angka 41.22 pada tanggal 8 Juli, yang
merupakan penurunan sebesar 89% dihitung dari puncak indeks sebelumnya. Ini
adalah nilai pasar yang terendah sejak abad ke 19.
Dalam penelitiannya, Salsman menyatakan bahwa "hingga bulan April 1942,
harga saham Amerika baru mencapai 75% dibawah puncak harga pada tahun
1929 dan tidak pernah mencapai kembali pada tingkat harga tersebut hingga
bulan November 1954—atau seperempat abad setelahnya."
Fundamental ekonomi
Dow Jones Industrial, 1928-1930
Kehancuran tersebut terjadi setelah ledakan spekulatif yang terjadi pada periode
tahun 1920an dimana jutaan warga Amerika melakukan investasi besar-besaran
pada bursa saham, hingga menggunakan dana pinjaman guna membeli saham.
Pada bulan Agustus 1929, para pialang secara teratur memberikan pinjaman
bagi investor kecil melebihi dari 2/3 nilai saham yang dibeli investor kecil
tersebut. Sebanyak 8,5 milyar USD disalurkan sebagai pinjaman, lebih besar dari
jumlah uang yang beredar di Amerika saat itu. Meningkatnya harga saham
merangsang orang untuk melakukan investasi , mereka berharap harga saham
akan meningkat lebih tingi lagi. Spekulasi inilah yang menjadi pemicu dari
kenaikan harga saham pada saat itu dan menciptakan "gelembung
ekonomi" (economic bubble). Rata-rata nilai P/E(price to earnings ratio) dari
saham komposit S&P adalah 32.6 pada bulan September 1929, yang jelas-jelas
diatas dari angka normal dalam catatan sejarah.
Pada tanggal 24 Oktober 1929 (dimana Dow barusan mencapai puncaknya pada
tanggal 3 September di angka 381.17), pasar kembali berbalik arah menukik
tajam lagi dan panik jual melanda bursa kembali. 12.894.650 saham
ditransaksikan pada hari itu dimana orang-orang telah mengalami rasa putus asa
untuk mencoba meredakan situasi ini. Penjualan massal menjadi suatu faktor
pendukung dari terjadinya Great Depression. Bagaimanapun juga para ahli
ekonomi dan sejarah terus menerus memiliki perbedaan pandangan tentang
makna kehancuran ini bagi Great Depression
Penyelidikan resmi atas keruntuhan Wall Street
Pada tahun 1931, dibentuklah suatu komisi oleh senat Amerika yang diberi
nama Pecora Commission guna melakukan studi kasus atas kehancuran bursa
yang terjadi. Kemudian Kongres Amerika mengeluarkan Glass-Steagall Act pada
tahun 1933, yang memberi mandat bagi pemisahan antara bank komersial
(Commercial Bank) , yang dapat menerima deposito dan memberikan pinjaman,
dengan bank investasi (Investment Bank), yang menjadi penjamin emisi, penerbit
instrument pasar modal, distribusi saham, obligasi, dan sekuritisasi.
Setelah mengambil pengalaman pada keruntuhan bursa di tahun 1929 , bursa
diseluruh dunia memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan
saham pada saat terjadinya penurunan harga yang amat tajam , dengan tujuan
agar menghindari terjadinya panik jual. Namun pada penurunan harga dalam
sehari yang terjadi pada tangal 19 Oktober 1987, bagaimanapun juga adalah
lebih berat daripada keruntuhan di tahun 1929. Kejadian ini dijuluki "Black
Monday" 1987 (MSenin Hitam 1987), dimana Dow Jones Industrial Average jatuh
hingga 22.6% (pasar pulih secara cepat pada dua hari kemudian).

Selasa, 07 Oktober 2008

RENUNGAN HARI INI

RENUNGAN HARI INI

Selasa, 7 Oktober 2008



MENCUKUPKAN DIRI



Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibrani 13:5

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibrani 13:5

Bacaan Alkitab Setahun: Habakuk 1-3



Pada awal masa krisis ekonomi, pernah terjadi orang sulit membeli minyak goreng. Harganya meroket. Banyak orang menjadi resah. Namun, seorang ibu malah mendapat ide kreatif. Ia mencoba menggoreng tanpa minyak goreng! Ketika memasak telur ceplok, ditaruhnya daun pisang di atas wajan, lalu telur diceplok di atasnya. Hasilnya cukup memuaskan. Segera ide ini disebarluaskan ke media massa . Idenya, ketimbang belanja melebihi kemampuan, lebih baik belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada.



Dalam Ibrani 13:5, penulis kitab Ibrani mengutip janji pemeliharaan Tuhan dari Ulangan 31:6, “Ia tidak akan membiarkan engkau.” Namun, didahului dengan sebuah syarat: “cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu”. Tuhan tidak akan memelihara orang yang boros dan serakah. Dia memelihara orang yang mau belajar bersyukur de-ngan apa yang ada. Yakni mereka yang berjuang untuk bisa hidup dengan yang sedikit, ketimbang terus berusaha meraup lebih banyak. Mereka yang memilih bergaya hidup memberi dan membagi (ayat 2,3) lebih dari mengumpulkan bagi diri sendiri. Mereka yang berusaha menikmati apa yang sudah tersedia, ketimbang menyesali apa yang telah hilang.



Kita hidup di zaman sulit. Di satu sisi, harga BBM dan kebutuhan pokok semakin mahal. Di sisi lain, semakin banyak tawaran untuk membeli aneka barang yang tak kita butuhkan. Tanpa belajar mencukupkan diri, kita bisa menjadi hamba uang yang serakah. Terjebak utang-piutang yang menyengsarakan. Atau menjadi pribadi yang ha-nya ingat diri sendiri, tak pernah memberi tumpangan. Ini saatnya kita belajar mencukupkan diri!